Apa itu Elite Pongamia pinnata ?
Disebut “elite” bila dihasilkan dari sekelompok pohon pongamia, berdasarkan sifat-sifat yang menguntungkan, terkait dengan hasil biji atau kandungan minyak. Selanjutnya sifat-sifat yang menguntungkan dan terukur ini dipilih dari kelompok dengan kriteria tajuk bulat, tajuk yang meluas, persentase buah, berat biji atau jumlah biji per pohon.
Standard lainnya, bisa disebut elite jika memiliki tajuk bulat dengan radius minimal 3,0 meter, luas tajuk yang meluas minimal 12-meter persegi, dan persentase minyak 40% lebih besar daripada Pongamia biasa.
Dari sisi metode untuk perbanyakan pohon “elite” Pongamia pinnata secara genetik yang tidak dilakukan melalui penggunaan biji. Dengan mempertimbangkan hal ini, ada kebutuhan untuk mengidentifikasi ciri-ciri fenotipik yang stabil yang terkait dengan produktivitas yang lebih tinggi dari rata-rata.
Strategi pemuliaan pada program jangka pendek ditujukan untuk mendorong Pongamia pinnata berkontribusi menghasilkan benih unggul dalam waktu tidak terlalu lama telah dilakukan melalui pembangunan sumber benih provenan.
Perbaikan strategi program jangka menengah dan jangka panjang perlu dipersiapkan. Penetapan strategi pemuliaan Pongamia pinnata masih memerlukan bukti pemenuhan dan pemantaban yang mencakup (1) unsur populasi dasar dan populasi pemuliaan dengan basis keragaman genetik yang luas, (2) model seleksi untuk program pemulian jangka menengah dan jangka panjang, dan (3) dukungan hasil uji genetik dan pelaksanaan manajemen kekerabatan.
Hasil evaluasi terhadap ketersediaan populasi dasar dan populasi pemuliaan masih terbatas dengan populasi dasar masih mengandalkan tegakan alam yang tersebar dengan jarak yang berjauhan. Populasi dasar tersebut belum dibangun pada lokasi yang mudah terjangkau dan dengan manajemen pemeliharaan yang efektif.
Populasi dasar di hutan alam tersebut juga sangat rentan terdegradasi oleh aktifitas manusia sehingga jaminan keberadaan materi dasar tidak dapat terjamin untuk jangka panjang. Informasi potensi dan sebaran dan sebaran alami P. pinnatasampai dengan tahun 2014 telah dilaporkan oleh Jayusman (2015).
Keberadaan populasi pemuliaan pada program pemuliaan bertumpu ada plot tegakan benih provenan. Populasi tunggal yang digunakan meskipun diperkenankan dalam manajemen kekerabatan tetapi untuk membangun tegakan benih dari sisi basis genetik belum ideal karena akan menyulitkan aktifitas seleksi yang akan dilakukan.
Pembangunan populasi pemuliaan idealnya dibangun berdasarkan banyak populasi sehingga basis genetiknya masih terjaga. Populasi tegakan benih provenans dapat ditetapkan sebagai populasi dasar untuk pemuliaan generasi berikutnya dan sekaligus sebagai populasi pemuliaan untuk program jangka pendek.

Oleh: Dr.(c) Dadang Gusyana, S.Si, MP.

